Jenis dan Gejala Stroke Panas, Serta Hal yang Harus Dilakukan Ketika Menyerang

Jenis dan Gejala Stroke Panas, Serta Hal yang Harus Dilakukan Ketika Menyerang – Tidak ada hal yang menyenangkan selain pergi jalan-jalan ke luar rumah saat cuaca sedang cerah. Tapi jangan pernah berpikir untuk melakukan aktivitas terlalu berat saat suhu udara di luar benar-benar sangat ekstrim, seperti mencoba berolahraga di tengah terik matahari karena bisa mendatangkan resiko tersendiri untuk anda.

Faktanya, di beberapa negara dengan suhu ekstrim tinggi pada saat musim panas memang telah banyak menelan korban. Misalnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa di Amerika Serikat saja terdapat 618 orang meninggal dunia akibat suhu cuaca ekstrim setiap tahunnya. Lantas, bagaimana dengan di Indonesia yang memiliki musim panas sepanjang tahun?

Meskipun tidak sepanas ketika musim panas di negara sub-tropis, Indonesia pun masih tak luput dari resiko tersebut. Terdapat pula beberapa penyakit yang terkait dengan cuaca panas, dan yang paling berbahaya adalah stroke panas, dimana terjadi ketika suhu tubuh anda meningkat secara drastis sehingga memicu rantai gejala yang tak menyenangkan.

Apa Itu Stroke Panas?

Menurut seorang direktur kinerja atlet elit bernama Luke Pryor, PhD, ATC, CSCS, dari Central California Sports Sciences Institute yang telah lama meneliti efek panas terhadap kinerja dan keamanan para atlet, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis dari stroke panas, yaitu:

Stroke Panas Tradisional

Pada umumnya sering datang dan mempengaruhi anak-anak kecil atau orang yang sudah berusia lebih tua yang mana tubuh mereka mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu internal mereka sendiri. Nah, orang-orang yang tidak mampu menjaga suhu tubuhnya tersebut lebih rentan terkena stroke panas tradisional, terutama jika mereka tinggal di Jakarta dan berada di ruangan tanpa pendingin suhu ruangan atau AC. Dalam contoh ini, mereka secara tidak sadar akan meningkatkan suhu tubuhnya secara bertahap selama berjam-jam lamanya, hingga akhirnya serangan stroke panas pun terjadi.

Stroke Panas Eksersional

Jenis ini terjadi pada semua usia ketika mereka melakukan aktivitas berat di luar ruangan dengan cuaca ekstrim bersuhu tinggi. Biasanya stroke panas eksersional menyerang mereka yang selalu bekerja di luar ruangan saat panas terik cuaca berlangsung. Beberapa atlet seperti pemain sepak bola, pelari maraton, dan jenis olahraga luar ruangan lainnya cenderung lebih beresiko terkena jenis serangan yang satu ini.

Ketika anda mulai berolahraga atau latihan fisik, maka tubuh anda pun akan mengalami kenaikan suhu. Meskipun pada dasarnya keringat yang anda keluarkan berfungsi sebagai pendingin alami tubuh, tetapi masih memiliki batasan dalam menjalankan fungsinya tersebut. Dan ketika organ-organ dalam tubuh anda mengalami kepanasan, maka pusat kendali pengatur suhu tubuh akan mengalami kerusakan sementara.

Hingga pada akhirnya, suhu internal tubuh anda akan terus mengalami kenaikan secara signifikan. Jika suhu tersebut telah mencapai sekitar 40 derajat celcius, disanalah hal-hal yang berbahaya mulai terjadi. Bahkan, ketika anda menderita kepanasan tersebut, maka sel-sel yang terdapat di dalam usus anda pun akan mengalami kerusakan, sehingga dapat membocorkan zat-zat berbahaya masuk ke dalam darah dan beresiko menyebabkan gagal organ lainnya.

Tanda dan Gejala Stroke Panas

Maka dari itulah, sebelum hal tersebut terjadi, pastikan anda untuk segera menurunkan suhu anda agar tidak terkena stroke panas yang mengerikan. Adapun beberapa tanda dan gejala anda mengalami stroke panas telah kami jabarkan di bawah ini secara terperinci.

Suhu Badan Tinggi

Menurut CDC, jika suhu tubuh anda telah mencapai 39 derajat celcius atau lebih, maka kemungkinan besar anda akan terkena serangan stroke panas. Pada saat itulah, anda harus mampu menurunkan suhu tubuh anda bagaimanapun caranya. Jika cara anda tidak bekerja, maka anda harus segera mendapatkan perawatan dari tim medis profesional.

Kekurangan Keringat – Atau Kelebihan Keringat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa ketika anda berada di area yang memiliki suhu ekstrim tinggi, maka tubuh anda cenderung akan kehilangan fungsinya dalam menjaga suhu intinya. Dan ketika anda mengalami stroke panas tradisional, maka anda pun akan berhenti mengeluarkan keringat.

Sebaliknya, dalam beberapa kasus anda pun kemungkinan akan mengalami banjir keringat saat terkena stroke panas eksersional. Berbeda dengan keringat pada umumnya, jumlah keringat pada saat anda terkena serangan stroke panas tersebut cenderung sangat deras karena tubuh akan terus mencoba berusaha untuk mendinginkan tubuh anda secepat mungkin.

Kebingungan dan Kesulitan Berjalan

Stroke panas eksersional juga dapat mempengaruhi saraf pusat anda, sehingga anda akan mengalami berbagai macam gejala terkait koordinasi tubuh seperti kesulitan saat berjalan, kebingungan, atau bahkan agresi. Hal yang paling menyeramkan adalah mengalami kebingungan ketika tak ada seorang pun di sekitar anda, sehingga akan membuat anda tidak tahu hal apa yang seharusnya dilakukan saat stroke panas tersebut menyerang.

Sakit Kepala

Sakit kepala dengan perasaan berdenyut seringkali menjadi tanda umum ketika anda tengah terkena serangan stroke panas. Hal ini disebabkan oleh dehidrasi berlebih dalam tubuh, atau terkena dampak dari stroke panas yang mempengaruhi sistem saraf pusat secara langsung.

Pusing, Mual, dan Muntah

Saat anda mengalami keringat berlebih, maka tubuh anda pun akan semakin mengalami dehidrasi parah. Suhu panas dalam tubuh tersebut pun akan mulai mempengaruhi berbagai macam organ, sehingga dapat memperburuk berbagai macam gejala yang telah disebutkan di atas, seperti pusing, mual, muntah, bahkan hingga pingsan dan tak sadarkan diri.

Kemerahan di Kulit

Hampir pada semua kasus stroke panas baik tradisional maupun eksersional, maka tubuh anda akan mencoba mendinginkan dirinya sendiri dengan cara mengalirkan aliran darah ke kulit sehingga membuatnya nampak kemerahan. Kulit anda pun akan terasa hangat, kering, atau bahkan sangat kering tergantung dari kondisi dan jenis stroke panas yang tengah anda alami tersebut.

Peningkatan Denyut Jantung hingga Sulit Bernafas

Jantung anda akan berada di bawah tekanan yang luar biasa ketika tengah mengalami kepanasan. Hal ini karena jantung diminta untuk memompa lebih keras dan lebih cepat agar memastikan sistem pendingin alami tubuh anda bekerja dengan lebih baik lagi. Alhasil, anda pun akan mengalami kesulitan bernafas atau terkena sebuah kondisi yang disebut dengan hiperventilasi.

Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika anda mengalami atau melihat seseorang tengah terkena stroke panas, maka akan membutuhkan bantuan orang lain karena para penderita tersebut cenderung akan merasa kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa – sebagai salah satu dampak dari stroke panas itu sendiri. Adapun beberapa poin yang harus dilakukan diantaranya:

  • Membawa orang tersebut ke tempat yang lebih dingin atau sejuk.
  • Hindari paparan sinar matahari yang menyengat.
  • Isi bak mandi dengan air es dan rendam orang yang terkena selama 15 hingga 20 menit.
  • Jika bak mandi tidak tersedia, siram orang tersebut dengan cairan dingin, atau bawa ke sungai atau danau terdekat.
  • Berikan minuman dingin kepada mereka secara langsung. Perlu diperhatikan juga bahwa mereka cenderung akan mengalami agresi, atau marah-marah sehingga anda perlu bersabar dalam menanganinya.